Rabu, 30 April 2014

[Kisah Teladan] Kisah Dari Kitab Allah Yang Dahulu

Kisah Dari Kitab Allah Yang Dahulu



Suatu ketika Rasulullah s.a.w telah ditanya tentang suhuf yang diturunkan kepada suhuf Nabi Allah Musa a.s. 
Rasulullah s.a.w berkata, "Sebahagian daripada kandungan suhuf Nabi Musa a.s :

  1. Aku hairan pada orang yang telah meyakinkan akan datangnya kematian (yakin dirinya akan mati dan ditanya tentang amalannya), tetapi mengapa mereka merasa seronok dan gembira di dunia (tidak membuat persediaan).
  2. Aku hairan kepada orang yang telah meyakini akan adanya qadar (ketentuan) Allah, tetapi mengapa mereka marah-marah (bila sesuatu musibah menimpa dirinya). 
  3. Aku hairan pada orang yang telah meyakini akan adanya hisab (hari pengiraan amal baik dan buruk), tetapi mengapa mereka tidak berbuat kebaikan?" 




Rasulullah s.a.w ditanya pula tentang sebagian daripada kitab Taurat, Nabi berkata, "Antara kandungannya ialah :

  1. Wahai anak Adam, janganlah kau merasa khuatir akan kekuasaan (pangkat), selagi kekuasaanKu kekal abadi yaitu tidak akan hilang selamanya. 
  2. Wahai anak Adam, sesungguhnya Kami menciptakan kamu adalah untuk beribadah kepadaKu, maka dari itu janganlah kamu mensia-siakan (menghabiskan masamu untuk berhibur sahaja). 
  3. Wahai anak Adam, Kami tidak mengira akan amalanmu yang akan dilakukan esok, oleh itu janganlah kamu cemas akan rezekimu untuk esok. 
  4. Wahai anak Adam, sesungguhnya bagi kamu ada kewajiban dan ketentuan rezeki, sekalipun kamu mengabaikan kewajipanmu terhadapKu, namun Aku tidak akan mengabaikan rezeki yang telah ditentukan untukmu. 
  5. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu ridha pada apa-apa yang telah aku berikan kepadamu, maka kamu akan merasakan bahagia lahir dan batin. Tetapi jika kamu tidak ridha dengan apa-apa yang telah Aku berikan itu, maka kamu akan dikuasai oleh dunia sehingga kamu akan melompat-lompat dan melenting kepanasan di padang pasir yang panas. Demi Keagungan dan KemuliaanKu, ketika itu pun kau tidak akan memperolehi apa-apa selain yang telah aku tetapkan, malahan engkau termasuk di dalam golongan orang yang tercela di sisiKu."


Sesungguhnya Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam hingga akhir zaman. Dan Al-Qur’an adalah kitab yang menyempurnakan kitab ALLAH swt yang terdahulu. Namun sayangnya, karena aktifitas yang membutakan kita semua membuat kita hidup seolah-olah tanpa pedoman. Padahal ALLAH swt telah memberikan pedoman yang sangat luar biasa pada kita semua. Akankah kita menyia-yiakannya? Wahai saudaraku, marilah kita bersama-sama untuk memohon ampunan kepada Allah dan memohon hidayah-Nya. Semoga kita tergolong pada hamba-Nya yang sholeh. Amin

Semoga Bermanfaat ^^