Sabtu, 07 Juni 2014

Andai Rakyat Punya Penyambung Lidah



Andai Rakyat punya penyambung lidah yang sesungguhnya.

Penyambung lidah rakyat bukan orang yang menyampaikan permasalahan rakyat semata tanpa tahu apa sebenarnya yang terjadi.

Penyambung lidah rakyat, adalah rakyat itu sendiri.

Bukan hanya menyampaikan masalah untuk sekedar dibahas.

Bukan seperti itu !

Kalau hanya seperti itu, kapan semua masalah rakyat Indonesia mendapat solusi.

Ini seperti seorang koki yang ingin menciptakan sebuah kue yang lezat.

Dia selalu mempelajari apa-apa yang berhubungan dengan roti.

Entah itu tepung yang akan digunakan, butter yang baik untuk membuat roti yang lembut.

Dan sebagainya yang berhubungan dengan kue.

Sampai akhirnya dia, memutuskan untuk membuat kue.

Dia membeli bahan-bahan yang diperlukan sesuai dengan apa yang selama ini dia pelajari.

Dan kue yang dibuat pun jadi.

Untuk pertama kalinya dia mencicipi roti yang dia masak sendiri.

Apa yang dia rasakan?


Roti itu pahit dan keras !!!

Kenapa bisa? Padahal dia sudah mempelajari setiap detail yang berhubungan dengan kue.

Tapi kenapa roti yang di buat itu terasa keras dan pahit ?

Itu karena, apa yang kita pelajari belum tentu sesuai dengan realita.

Banyak pahit manis yang terdapat di realita tidak terdapat di dalam sebuah buku dengan berbagai teori-teori.

Ada beberapa hal yang baru kita mengerti saat kita merasakannya.

Karna itu, penyambung seharusnya mengerti apa yang benar-benar terjadi dengan rakyat.

Bukan hanya orang yang berkutik dengan teori-teori masalah rakyat.

Hanya sebuah keprihatinan. Tapi ini perlu untuk direnungkan lebih dalam.

Bagaimana bisa kita menyelesaikan masalah 'kemiskinan' di dalam gedung yang mewah ?

Bagaimana bisa mereka menuntaskan masalah rakyat dengan berkutik dengan apa yang tidak pernah terjamah oleh rakyat ?

Ini seperti kita ingin menangkap bayangan kita sendiri.


by : Rizqi Anisa





note : 
Artikel ini di publikasikan tidak untuk menghina ataupun merendahakan pihak mana pun. Mohon maaf atas segala kekurangan yang ada. Kritik dan saran terhadap artikel ini sangat dibutuhkan untuk kebaikkan semua. Terima kasih.