Selasa, 29 Juli 2014

[FanFic] First Love





First Love
Fanfiction : First Love
Genre : Romance, Friendship
Author : Hana
Cast  :
Hana
EXO’s Suho
EXO's Sehun
Miss A's Suzy

Selamat Membaca ^^



Ditengah ricuhnya suasana menjelang lebaran. Ada sedikit orang yang tidak merasakan indahnya makna sebuah lebaran.

Pagi itu terlihat seorang gadis duduk sendiri ditengah ricuhnya suasana pasar. Orang-orang sibuk mempersiapkan hal-hal untuk lebaran besok. Banyak orang berlalu lalang mencari keperluan yang diperlukan. Tapi seolah tidak perduli dengan apa yang ada, gadis itu terus memandang ke depan. Orang yang melihatnya pasti tahu ada hal yang sedang dia pikirkan.
Tidak sedikit orang yang mengenalnya. Dan tak jarang mereka menyapanya. Sekedar mengucapkan “selamat lebaran”. Tapi apa sambutannya?

NOTHING...

Dan itu membuat mereka pergi meninggalkannya dengan ucapan yang tidak enak didengar. Tapi gadis itu menghiraukannya, seolah tidak ada yang terjadi. Ah, mungkin telinganya tuli saat itu. Atau bisa juga dia benar-benar tak mendengar ucapan itu karena terlalu larut dalam masalah yang tengah dia pikirkan. Entahlah!!!

Dari kejauhan terlihat sosok yang penuh dengan karisma datang ke arah gadis itu. Apa dia seorang pangeran? Ah tidak, mungkinkah dia seorang malaikat yang ditugaskan untuk membangunkan gadis itu dari lamunannya? Kenapa apa ada orang seperti itu? Langkah kakinya saja indah, wajahnya apa lagi? Parasnya sudah cukup untuk memikat setiap orang yang melihatnya hanya dalam 3 detik.

“Hana, apa yang kamu lakukan disini?” tanya pria itu.

Tidak ada jawaban.

“Hana?!!!!” ulangnya dengan nada sedikit ditekan.

“Ah~ oppa (kakak laki-laki)! Kenapa oppa disini?” jawab gadis itu datar tanpa melihat sosok yang mulai jengkel dengan kelakuannya saat itu.

“Hana! Kenapa kamu jadi seperti itu? Apa yang merasukimu?” kata pria itu sambil duduk di sebelah gadis yang bernama Hana.

“Suho-oppa. Kenapa keadaannya jadi serunyam ini?” sebuah pertanyaan terlontar untuk pertanyaan diajukan, tidak ada jawaban disana. Sama sekali tidak ada.

“Apa kamu benar-benar sudah gila Hana-ya? Sebenarnya apa yang kamu maksud? Jelaskan pada oppa secara rinci!”

Gadis itu tertunduk mendengar apa yang pria penuh karisma itu katakan. Terlihat jelas bahwa dia tidak ingin dan tidak bisa menceritakan apa yang dia maksud padanya. Tapi sebuah gejolak sedang melanda hatinya dan itu sungguh menganggunya. Gadis itu menghela nafas seakan apa yang sedang terjadi benar-benar sangat buruk untuk dia alami.

“Kenapa apa mencintainya di tengah temanku sendiri juga mencintainya?”

“Siapa? Ah tunggu, kamu sudah mengenal cinta? Sejak kapan?”

Inilah yang membuat Hana enggan bercerita pada Suho-oppa, bukannya membantunya tapi malah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menjengkelkan.

“Oppa, apa kau bisa serius???”

Seoul, Musim Gugur 2011
(Hana POV)

Untuk pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di Seoul. Dan ini benar-benar mengagumkan untukku. Dan untuk pertama kalinya di Bandara Incheon aku bertemu dengan cinta pertamaku.

“Oh~ manis sekali pria itu,” batinku.

Seorang pria idamanku. Tinggi, putih, senyumnya yang manis menghiasi wajahnya. Apa ini rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama? Atau ini hanya halusinasiku saat berada di tempat indah seperti ini? Aku tidak perduli dengan itu! Benar! Aku benar-benar tidak perduli. Aku hanya ingin, untuk bisa bertemu dengannya lagi. Pangeran manisku.

Masuk sekolah untuk pertama kalinya di Seoul of Performing Arts School. Sekolah yang sudah aku idam-idamkan selama ini.

Apa yang aku alami di hari pertamaku sungguh membuatku semakin gila! Apa? Pangeran manisku? Dia juga sekolah disini? Dia sekelas sama aku! Oh~ apa ini takdir yang menyatukan cintaku padanya? Ini membuatku seakan terbang tinggi ke langit. Begitu indah dan nyaman. Aku memutarkan badanku seolah aku sedang menpraktikan tari balet dengan mata terpejam.

Brak!

“Uh~ sakit,” rengekku sambil mengelus-elus siku kakiku yang tersandung kursi.

“Kamu tidak apa-apa?” sapa gadis yang hendak masuk ke ruang kelas.

Tuhan, karunia apa yang telah Engkau berikan pada hamba? Suzy  menyapaku? Aku mencintainya sedari aku masih ada di Indonesia. Aku salah satu fans beratnya dari Indonesia. Sueweeties *(Nama fansnya Suzy Miss A) Indonesia mana suaranya?

“Aku tidak apa-apa,” jawabku singkat.

Dan sejak saat itu kami jadi teman dekat. Banyak kisah yang telah kita ceritakan satu sama lain. Ya sekedar berbagi cerita untuk menenangkan suasana hati. Aku begitu nyaman bersamanya. Walau terpaut satu tahun lebih muda dengannya, itu tidak menjadi masalah.

Seoul, Musim Panas 2013
(Author POV)

“Oppa, apa kau bisa serius? Tidak bisakah oppa mendengar ceritaku tanpa melontarkan pertanyaan yang tidak jelas?”

“Baiklah!”

Untuk beberapa menit keduanya larut dalam suasana. Ya bisa dibilang saat itu suasana yang tercipta adalah suasana yang tegang. Suho mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan lawan bicaranya itu.

“Aku mencintai Sehun. Dan Suzy, dia sudah aku anggap kakakku sendiri. Aku tidak menyangka kalau dia juga mencintainya.”

Kalimat itu membuat Suho kehabisan energi untuk berpikir. Bahkan dia tidak bisa mencerna apa yang gadis itu katakan. Dia hanya tidak bisa memposisikan dirinya dalam masalah seperti itu. Akhirnya dia mengerti satu hal tentang cinta mereka. Ah bukan, mungkin ini juga tentang kisah-kisah cinta diluar sana.

Cinta tidak memandang bulu. Itu bisa terjadi pada siapa saja. Terkadang cinta memberimu kebahagian tapi kadang juga memberimu kepedihan. Semua terjadi untuk menjadi pelajaran hidup yang berharga.

Suasana begitu tegang. Tidak ada sepatah katapun yang diucapkan oleh keduanya. Hanya terdengar samar-samar suara sisakkan tangis.

Siapa yang menangis?

Suho mencari sumber suara itu dengan berhati-hati. Agar tidak terlihat seperti menghiraukan gadis yang tengah bercerita padanya. Suho tidak menyangka kalau yang menangis itu adalah gadis di sampingnya, Hana.

Tanpa pikir panjang, Suho memeluk Hana dalam pelukkan hangatnya. Pelukkan untuk meringankan beban yang begitu berat untuk dipikul sendiri. Suara isakkan itu kini berubah menjadi tangisan haru. Terlihat kelopak mata Suho mulai berair, mungkin dia tidak tega dengan apa yang terjadi dengan gadis kecil itu. Gadis yang telah ia anggap sendiri sebagai adik.

“Oppa,” satu kata itu yang keluar dari mulut Hana.

“Aku memang tidak sedang dekat dengan seorang gadis tapi aku sedikit mengerti dengan cinta. Aku rasa cinta tidak bisa dipaksakan. Biarlah Sehun dengan Suzy, mereka saling menyukai satu sama lain. Ini memang sakit, tapi apa yang bisa kamu lakukan dengan cinta mereka? Anggap ini bukan untuk mereka, tapi untuk kamu sendiri. Jangan biarkan hatimu terluka terlalu lama.”

Nasehat dari pria bernama lengkap Kim Joon Myun dapat menghentikan isak tangis gadis itu. Dalam sesaat mereka larut dalam pelukan hangan yang membuat nyaman satu sama lain.

Hana mulai melepaskan diri dari pelukkan itu. “Oppa, gomawo *(terima kasih). Aku pikir aku akan bisa menerimanya dengan ikhlas. Oppa, kau seorang kakak yang baik.”

Pria itu tersenyum menlihat gadis kecilnya telah mengulas senyum diwajahnya setelah isak tangis yang membuat orang didekatnya merasa khawatir dengan apa yang terjadi dengannya.

“Oppa!” kata Hana seolah dia ingat dengan suatu hal yang ingin dia katakan.

“Mwo *(apa)?” tanya Suho dengan sedikit khawatir apa yang akan dilakukan gadis itu lagi.

“Oppa akan segera menemukan gadis yang oppa cintai. Aku yakin. Jika tidak ada, maka aku akan selalu mengucapkan Saranghaeyo oppa (Aku mencintaimu, kakak).”

Suho tersenyum mendengar apa yang Hana katakan. Seolah ada aura yang berbeda yang sudah tercipta di antara mereka.

“Oppa juga, saranghaeyo *(aku mencintaimu). Karena itu jangan menangis sendiri, panggil oppa kalau ada hal yang mengganjal hatimu. Oke?”

“Siap oppa!”

Kini suasana yang mencekam telah bermetemorfosis menjadi suasana yang menyenangkan. Keduanya tertawa lepas setelah saling meneteskan air mata bersama. Bahkan jika orang-orang melihat kebersamaan keduanya seperti ingin berada di sana. Itu karena apa yang mereka lakukan membuat iri dengan orang yang melihat kebersamaan keduanya tanpa tahu apa yang telah mereka lakukan sebelum mereka menikmati suasana nan nyaman itu.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kita di depan sana. Cukup dengan tekad untuk tidak putus asa dengan apapun. Karena mungkin kebahagiaan telah menunggu kita. Miracle happen in everyday.




“Tetap tersenyumlah sama seperti saat ini Hana-ya. Karena oppa sangat mencintaimu dan tidak ingin kau sedih. Oppa tidak akan membiarkanmu menderita sendirian.”