Jumat, 25 Juli 2014

[FanFic] Miracle Happen in Everyday



Keajaiban Satu Hari


Fanfiction : Keajaiban Satu Hari
Author : Hana (twitter : @QQrizqii)
Genre : Friendship, Romance
Ending : Happy Ending
Cast :
Suzy Miss A
Sehun EXO
All member of Miss A
Manager Miss A (nama disamarkan)
IU ( Lee Jieun)
Hana

  
Apa ini hari yang baik untukku? Ah tidak, mungkin juga ini hari yang buruk untukku. Aku terkadang bingung dengan apa yang dapat terjadi dalam satu hari. Ya, satu hari hanya ada 24 jam dan setiap jam ada 60 menit. Anak kecilpun tahu akan hal seperti ini. Tapi, yang aku tidak bisa mengerti adalah begitu banyak hal terjadi dalam satu hari. Bahkan seseorang bisa menjadi berubah hanya dalam kurung waktu sehari.

Awalnya aku tidak menyadari akan hal konyol seperti ini. Tapi ini adalah hari dimana aku menjadi sosok yang baru.

Selama ini orang-orang mengenalku dengan pribadi yang blak-blakan. Bahkan aku diberi nickname “4D-Idol” karena kepribadianku yang blak-blakan. Tapi kebanyak orang tak mengerti apa yang sebenarnya aku rasakan walau aku sudah blak-blakan. Aku baru menyadarinya dan semakin menyadarinya saat sahabatku yang sudah aku anggap saudara sendiri mengatakannya. Ya, dia Lee Jieun. Kau pasti mengenalnya. Dia adalah orang mengerti aku dengan baik. Dan aku bersyukur akan itu.

Namun berbeda dengan hari ini. Hal-hal yang tidak pernah aku duga terjadi pada hari yang sama.

Sejak dini hari aku tidak bisa menghubunginya untuk sekedar mengucapkan selamat pagi, semoga harimu indah. Dan aku baru sadar kalau dia mungkin sedang melakukan perjalanan untuk konsernya di Jepang. 

Aku harap konsermu berjalan lancar. Aku menunggumu disini.

Ya, itu sekedar pesan yang aku berikan padanya sesaat setelah aku menyadari bahwa mungkin dia sedang ada dalam perjalanan menuju ke Jepang.

Aku melanjutkan aktivitasku seperti biasa. Aku bersekolah di Seoul of Performing Arts School. Dan tahun ini adalah tahun terakhirku disini. Banyak hal terjadi selama aku disini. Aku belajar untuk memahami orang lain disini. Aku tidak tahu apa yang aku rasakan ini benar atau tidak, tapi aku merasa tanpa dikatakan dengan kata-kata teman-temanku disini mendukung apa yang aku lakukan. Aku bersyukur akan hal ini.

Sampai akirnya salah seorang temanku memberikan sebuah bingkisan tanpa nama padaku.

“Suzy-ah, aku tidak mengerti kenapa selalu ada bingkisan seperti ini di depan pintu rumahku dan ini untukmu,” katanya sambil memberikan bingkisan itu padaku.

Aku benar-benar tidak tahu siapa yang memberikan ini padaku. Bahkan ini sudah terjadi saat aku ada di tahun pertama di SMA. Tapi ini tidak terjadi untuk setiap hari. Aku tidak habis pikir dengan yang dilakukan orang ini. Kenapa dia memberikan ini di depan pintu rumah temanku? Aku rasa apapun alasannya aku tidak mengerti.

Waktu berjalan begitu cepat. Rasanya aku hanya menghabiskan waktu beberapa menit di SMA. Padahal aku sudah menghabiskan 9 jam disini.

Hari ini aku ada jadwal latihan dengan anggota groupku, Miss A. Dalam perjalanan menuju tempat latihan aku membuka bingkisan yang diberikan temanku tadi pagi. Namun kali ini bingkisannya berbeda, selain ada kado didalamnya ada sebuah surat disana. Aku sangat penasaran dengan apa yang tertulis disana. Perlahan aku membukanya.

Apa ini mimpi? Apa aku sedang bermimpi sekarang? Kenapa ada surat seperti ini? Apa ini surat iseng?

“Ya!!!,” aku benar-benar syok dengan hal ini. Bagaimana ada seseorang yang jail dengan hal seperti ini?

Dalam surat itu tertulis kalau yang memberikan ini adalah Sehun EXO. Di surat ini tertulis kalau dia menyampaikan perasaannya padaku. Ah! Aku ingin percaya dengan ini. Aku tidak begitu yakin, tapi aku rasa dialah  cinta pertamaku. Aku memendamnya sampai sekarang. Dan tidak ada yang tahu akan hal ini kecuali Jieun-eonni (kakak). Apa lagi aku sering di jodohkan dengan Kim Soo Hyun-oppa ataupun Taeyeon-oppa. Aku menganggap meraka seorang kakak untukku, tapi terkadang lebih karena sikap meraka terhadapku begitu baik. Tapi aku tidak bisa menyangkal kalau hatiku berdetak untuk cinta pertamaku, Sehun. Dan aku masih ingat betul bagaimana perasaan ini muncul. Itu terjadi di tahun pertama aku di SMA.

Ah, tunggu! Bukankan selama ini aku mendapatkan bingkisan seperti ini sejak aku ada di tahun pertamaku? Ah, jadi dia juga memiliki perasaan yang aku simpan selama ini? Aigoo! Aku tidak pernah membayangkan hal ini sebelumnya.

Aku tidak bisa menahan diriku dari situasi ini dan menceritakannya pada kakakku di Miss A dan tentu sahabatku, Jieun-eonni.

Di selang waktu latihanku aku mendengar kalau Jieun-eonni mengalami cidera saat konsernya. Aku khawatir tentangnya. Apa dia baik-baik saja? Aku terus memikirkan itu selama waktu latihanku.

“Suzy-ya, apa kamu baik-baik saja?,” tanya Jia-eonni.

“Eonni, kenapa hal yang berbeda bisa terjadi dalam satu hari,” aku tertunduk dalam pelukan hangat Jia-eonni.

Tidak lama hal itu berlangsung aku mendengar ponselku berbunyi. Aku segara meraihnya tanpa melihat siapa yang menelfonku itu.

“Suzy-ya, aku tahu siapa yang selama ini menaruh bingkisan didepan rumahku yang ditujuan padamu.”

“Mwo-ya? Jinjja? Nugu? (Apa? Benarkah itu? Siapa?),” tanyaku penasaran.

“Kamu mungkin tidak akan percaya ini. Karena awalnya aku juga tidak percaya, tapi aku melihatnya dengan betul. Dan itu adalah managermu.”

“Hah? Kamu yakin Hana-ya?,” tanyaku tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan Hana. Aku harap ini tidaklah benar.

“Aku yakin. Sangat yakin malah. Aku melihatnya dengan jelas.”

Aku mengalihkan padanganku sekeliling ruangan latihan, dan benar saja. Dari tadi aku tidak melihat kehadiran Manager Park. Aku mulai cemas dengan apa yang terjadi. Apa yang mereka semua rencanakan? Jadi surat itu hanya surat iseng buatan mereka? Aku benar-benar tidak menyangka hal ini bisa terjadi.

Latihan hari ini terasa dingin dan hampar. Aku hanya membungkap mulutku dan berusaha seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ingin rasanya aku menceritakan semua ini pada Jieun-eonni, tapi ponselnya tidak aktif.

Seusai latihan aku segera bergegas keluar dan menghubungi manager Jieun-eonni.
“Mwo?,” kataku tercengang.

Untuk kesekian kalinya hal ini yang tidak bisa aku terima. Jieun-eonni masuk UGD!!!  Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Apa dia baik-baik saja? Aku harap kau tidak kenapa-kenapa eonni. Cepatlah sembuh dan pulanglah. Aku merindukanmu.

Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 09.00 pm. Aku ingin berjalan-jalan sebenar untuk menyegarkan pikiranku. Mencoba untuk menangani suasana hatiku sendiri.

Tak lama aku berjalan-jalan, aku merasa aku sedang diikuti oleh seseorang. Dan benar saja, ada sesaeng gila yang melempariku dengan telur dan gandum. Apa yang ada dipikiran mereka? Apa mereka waras?

Aku memutuskan untuk segera pulang dengan taksi. Suasana hatiku benar-benar kacau!

Pukul 11.30 pm. Aku merebahkan tubuhku ke tempat tidur berharap hari ini akan cepat berlalu dan akan ada hari yang indah besok.

Ting tong. Ting tong.

Suara bel berbunyi. Siapa yang bertamu tengah malam seperti ini?

“Jangan-jangan sesaeng gila tadi! Sekarang waktunya tidur. Jadi kalian cepat pulanglah dan tidar!”

Aku mencoba untuk terlelap. Tapi bagaimana bisa aku punya kesempatan tidur dengan suara bel yang terus berbunyi. Aku rasa aku benar-benar akan gila hari ini. Aku melangkah keluar sekedar untuk menyuruh meraka pulang dan tidur.

Saat aku membuka pintu apartementku aku tidak melihat satupun orang disana. Aku mulai kesal! Aku membalikkan badanku dan menutup pintu. Baru beberapa langkah aku menjauh dari pintu bel itu berbunyi. Apa seseorang ingin membuatku benar-benar kesal hari ini? Aku membuka pintu sekali lagi, dan berharap setelah itu aku bisa segera tidur. Ini sudah tepat tengah malam. 12.00 pm!

“Saengil Chukha Hamnida. Saengil Chukha Hamnida (Selamat Ulang Tahun),” nyanyian sorak bergembira membuatku tersenyum.

Aku tidak bisa membayangkan ini. Jieun-eonni, Jia-eonni, Fei-eonni, Min-eonni, Manager Park, Hana-ya. Semua ada disini?!

“Eonni, bukankah kamu ada di UGD?,” aku bertanya pada Jieun-eonni yang membuatku benar-benar bingung.

“Kau kena tipu!,” jawabnya singkat.

“Mwo? (apa?). Hana-ya, bagaimana kamu bisa ada disini? Kau juga bersekongkol dengan mereka?”

“Sudahlah hentikan rasa penasaranmu! Yang terpenting kita sukses membuatmu benar-benar kesal hari ini,” kata Min-eonni dengan gelak tawa.

Semua orang tertawa kecuali aku. Aku benar-benar mengalami hal-hal yang sulit hari ini.

“Waktunya tiup lilin, make a wish dulu Suzy-ya”, kata Jieun-eonni.

Ponselku berbunyi.

“Oh, ada pesan di kakao-talkmu Suzy-ya. Ini,” kata Jieun-eonni sambil memberikan ponselku.

“Nugu?,” tanya Fei-eonni yang duduk tepat disebelahku.

“Molla (aku tidak tahu). Nomor asing.”

“Wah, daebak (hebat)!”

“Wae geure? (Apa yang terjadi?)”, tanya semua orang secara bersamaan.

“Dia mendapat pesan selamat ulang tahun dari cinta pertamanya ditambah stiker yang lucu!,” jelas Fei-eonni.

Aku seperti kehilangan pikiranku sekarang. Benarkah ini terjadi? Atau jangan-jangan ini jebakan mereka lagi untukku? Aku mengalihkan pandanganku dan memandang semua orang dengan tatapan curiga.

“Bukan! Ini tidak termasuk rencana kami!,” kata Manager Park.

“Hana-ya! Kau pasti dalangnya kan!”

“Bukan! Bukan aku orangnya. Memang tadi Manager Park datang ke rumahku dan mintaku memberitahumu kalau binkisan itu dari Tuan Park. Tapi itu hanya terjadi sekali ini tadi. Aku benar-benar tidak tahu siapa pengirim bingkisan itu. Bukankah seperti itu Tuan Park?”

“Ne (Ya). Yang dikatakan Hana adalah suatu kebenaran!”

“Ciyee ciyee, yang dapat pesan dari cinta pertamanya!,” ledek Fei-eonni.

Apa ini benar-benar kamu Sehun-ah?

-END-


Pesan  :
Kita tidak akan mungkin mengerti apa yang akan terjadi nanti. Ada begitu banyak peluang yang akan terjadi dalam satu hari. Mungkin begitu banyak hal buruk terjadi. Namun jangan segera putus asa, karena mungkin kebahagianan sedang menunggumu di depan sana. Jangan menyerah! Lakukan hal terbaik yang bisa kita bisa. Semangat!


Semoga Menghibur. Kritik dan Saran dari pembaca sangat dibutuhkan.
Jangan lupa tinggalkan komentarnya ^^