Minggu, 09 November 2014

Berjuta Rasanya



Novel "Berjuta Rasanya" karya Tere Liye

Cerita "Kupu-kupu Monarch"


Masalahnya, apakah cinta itu?
Apakah ia sebentuk perasaan yang tidak bisa dibagi lagi?
Apakah ia sejenis kata akhir sebuah perasaan?
Tidak akan bercabang?
Tidak akan membelah diri lagi?
Titik?
Penghabisan?
Bukankah lazim seseorang jatuh cinta padahal sebelumnya sudah berjuta kali bilang ke pasangan-pasangan lamanya "Kau adalah cinta sejatiku!" (hal. 136)
Entahlah kak, aku juga tak mengerti.
Ya ampun, dengan hati bingung aku memutuskan untuk  tidak memutuskan.


Kalau memang terlihat rumit lupakanlah.

Akar dari seluruh perasaan adalah : menunggu

Mahkota dari segenap perasaan adalah : melepaskan

Sayangnya, saat kita diselimuti kabut perasaan, sesak tidak tertahankan, kita tidak bisa melihat semua ini dengan akal sehat.

Percayalah, Tuhan yang akan menulis skenario terbaik buat kita. Yang pergi pasti kembali, yang hilang akan ditemukan jika memang berjodoh. Lewatilah masa-masa ini dengan cara yang baik, gunakan rambu-rambu agama.


note : ditulis ulang dari fanspage "Darwis Tere Liye"
Semoga Bermanfaat ^^