Sabtu, 01 November 2014

Nasehat "Jangan"

Nak,

1. Jangan buru-buru marah jika orang menuduh kita. Karena jika itu adalah tuduhan palsu, itu berarti hanya fitnah belaka, jadi memang kelasnya tidak perlu dihiraukan. Pun jika itu adalah kebenaran, mau apalagi? Itu memang benar. Boleh jadi bermanfaat untuk koreksi.

2. Jangan buru-buru membantah atas nasehat orang lain. Karena jika nasehat itu keliru, sia-sia saja dibantah, namanya juga sudah keliru, lebih baik bergegas tinggalkan. Pun jika nasehat itu benar, mau apalagi? Boleh jadi itu bermanfaat untuk memperbaiki diri.

3. Jangan suka sekali berdebat, mudah sekali seperti api mengenai rumput kering. Karena jika kita berdebat dengan orang yang lebih tahu dan bijak, kita pasti kalah telak. Pun jika kita berdebat dengan orang yang (maaf) bodoh dan bebal, kita pun pasti kalah habis2an.

4. Jangan biasakan buru-buru, pun jangan pula terlalu lambat. Karena jika kita buru-buru, kita bisa melupakan satu-dua hal yang sangat penting. Pun jika kita terlalu lambat, kita bisa kehilangan satu-dua hal yang sangat penting pula.

5. Jangan terlalu yakin atas sesuatu, pun jangan ragu-ragu. Karena ingatlah, jika kita ragu-ragu, lebih baik pikirkan ulang. Pun jika kita terlalu yakin, mungkin kita telah melupakan sudut pandang lain yang tidak pernah kita pikirkan. Tertutup karena kita terlalu yakin.

6. Jangan terlalu menyangkutkan hidup di masa lalu, pun terlalu berharap di masa depan. Karena masa lalu sudah tertinggal, tidak akan pernah bisa menyusul. Pun masa depan adalah misteri, kita tidak pernah tahu persis apa yang akan terjadi.

7. Jangan menggenggam terlalu erat sesuatu, pun jangan terlalu longgar. Karena terlalu erat, jika terlepas kita akan sedih sekali. Pun terlalu longgar, kita akan menyesal tidak menjaganya dengan baik.

8. Jangan mendengarkan setiap omongan orang lain. Cukup seadanya, dan saring mana yang bermanfaat, mana yang tidak. Sebagian besar komentar orang lain hanyalah melintas tanpa pernah mereka pikirkan dua kali. Hanya sedikit saja yang memang peduli--apalagi di dunia maya. Dunia akan gelap gulita jika kita selalu mendengarkan apapun komentar orang lain.

9. Terakhir, jangan menitipkan kebahagiaan kita di hati orang lain. Ingatlah selalu, kebahagiaan itu ada di hati kita sendiri. Dan tentu saja, jangan menitipkan kebahagiaan kita pada benda2 dunia, kekuasaan, kabar gembira dan sebagainya. Karena saat semua hal itu pergi, kita akan sendiri. Musnah sudah semua kebahagiaan. Titipkanlah kebahagiaan di hati sendiri, yang apapun terjadi, kita tetap bisa memeluknya erat-erat.



Repost dari fanspage "Darwis Tere Liye"
Semoga Bermanfaat ^^