Senin, 11 Mei 2015

Semangat SBMPTN! #PejuangSBMPTN #PejuangTesKedinasan




Hallo Hallo kawan semua ^^


Apa kabar? Ayo mana suara teriakan “Alkhamdulillah baik, semangat!!!”
Wah, kurang keras nih. Ayo sekali lagi. *(ini anak kesambet apa sih? Ribet bener, padahal tinggal baca aja bisakan! Suka ribet, slow aja kan bisa?!)

Hhehe, sama kadang aku juga mikir gitu. Tiap ada seminar, workshop, atau apalah itu istilahnya. Mesti ndak jarang si pembicara itu bakal tanya ‘gimana kabarnya?’, iya ndak? Nah, itu dia!!! *(apa sob? Dapet undian mobil?) eyalah, kagak --“ kalo itu sih buat aku sendiri aja. Udah udah sepertinya mau melenceng ini.

Nah, di suatu kesempatan ada pembicara yang jelasin ke para audien kenapa kebanyakan seminar, workshop dan kawan-kawannya itu ada pertanyaan dari pembicara “gimana kabarnya?”. Soalnya kita bisa melihat suasana jiwa dan batin para audien sebelum mengikuti seminar, workshop, dkk.

Iya, misal aja ya dalam kehidupan sehari nih... aku angkat tema ketemu teman lama, selain karena ini masih suasana hendak berpisah *(lebih tepatnya berpetualang di jalan masing-masing >> lanjut ke jenjang yang lebih tinggi *kuliah)

A : “Hey! Lama ndak jumpa. Gimana kabarnya?”
B : “Alkhamdulillah, seru nih di Bogor. Enak nyaman, selain alamnya indah orang-orangnya disana juga enak. Jadi betah disana.”
Dari secuil cuplikan pertakapan diatas kita tahu kalo sebelum ketemu dengan si A, si B ini menikmati rutinitas barunya sebagai mahasiswa di kota Bogor yang sebelumnya dia khawatir dia tidak bisa beradaptasi  disana. Tapi karena pikiran positif dulu sebelum bertindak, insyaAllah hasilnya juga akan positif. Beda cerita lagi kalo kaya gini percakapannya..

X : “Gimana kabarmu di Surabaya? Kusut bener tu muka.”
Y : “Ya gitu gitu ajalah sob. Datar, flat, gak ada yang indah setiap hari. Rutinitasnya tiap hari sama aja, banyak tugas!”
Cobalah bedakan, harus jelas beda diantara huruf ‘a dan a *(aduh, malah jadi nyanyi ==”). Dari percakapan itu akan terjelas beda. Dari situ kita bisa ambil kesimpulan kalo si Y ini ndak menikmati rutinitasnya di kamusnya. Aduh kakak, semisal memang benar tiap hari itu sama. Setidaknya kita tambah wawasan setiap hari, insyaAllah. Kita sangat perlu untuk berpikir positif dalam berbagai hal. Kalaupun itu tidak indah dalam benak kita, tidak berarti sesuatu itu buruk. Bolak-balik sejenak, maka sisi keindahan dari sesuatu itu akan muncul keluar. Jika memang sudah tidak ada lagi orang yang percaya dengan kita, kita sungguh perlu untuk percaya pada diri kita sendiri. Pegang erat-erat prinsip-prinsip kebaikan hidup. InsyaAllah saat kita pegang erat prinsip-prinsip kebaikan hidup itu dengan baik, maka peluang menyesal dikemudian hari semakin menipis.

Teman, saat ada batu kecil di depan yang menjatuhkan kita bukan berati kita tidak bisa bangkit lagi. Percayalah, kita lebih kuat dari pada yang kita bayangkan. Saat kegagalan datang menghujan didepan mata bukan berarti keberhasilan tidak ada di depan sana. Sebenarnya keberhasilan menunggu kita didepan, kita hanya perlu percaya dan tersenyum menghadapi semua ini. Senyuman yang tulus mengiringi langkah demi langkah. Kita bisa belajar banyak hal dari berbagai peristiwa.

Semangat kawan, keberhasilan menunggu kita didepan sana.




 nb : tidak ada maksud apapun yang berkaitan dengan contoh nama kota diatas, bukan maksud untuk menyinggung. Itu hanya contoh semata. Setiap kota indah, ada kelebihan yang dimiliki masing-masing kota. Semoga bermanfaat ^^

xoxo







ID LINE : QQrizqii08
twitter : @qqrizqii